Breaking News

72 Masyarakat Sampang Terjangkit DBD | Politiko News

Sampang, Politiko News – Di Awal tahun 2019, 72 masyarakat Kabupaten Sampang terjangkit Demam berdarah dengue (DBD), dari 72 warga yang terkena DBD ada di 12 Puskesmas, dari 21 Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Sampang, kamis (24/1/2019).

Dari 12 Puskesmas yang menampung pasien DBD tersebut berjumlah 72 pasien, 2 meninggal dunia, tutur sumber berita inisial XB yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara 12 Puskesmas yang sudah melayani pasien DBD tersebut diantaranya, Puskesmas Banyuanyar 7 kasus, Puskesmas Banjar 2 kasus, Puskesmas Camplong 4 kasus, puskesmas Jrengik 4 kasus, Puskesmas Jrangoan 4 kasus, Puskesmas Kamoning 4 kasus, Puskesmas Kedungdung 3 kasus, Puskesmas Omben 7 kasus, Puskesmas Robatal 6 kasus, puskesmas Sreseh 9 kasus, Puskesmas Tambelangan 1.

Puskesmas yang paling banyak melayani pasien DBD adalah Puskesmas Karang Penang, sebanyak 21 kasus dan meninggal dunia 2 orang, beber XB,

“dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sampang, 12 Puskesmas yang melayani pasien DBD, dengan jumlah 72 pasien, dua diantaranya meninggal dunia, ucap xb.

Maka dari itu, memasuki musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DB ( Demam Berdarah) dengan menjaga kebersihan lingkungan, melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN).

Pada tahun 2018 yang lalu, kasus DBD di wilayah Kabupaten Sampang sebanyak 34 kasus, sementara di tahun 2019 ini ada 72 kasus, sehingga ada kenaikan 2 kali lipat pada tahun ini.

“DBD di kabupaten Sampang, ada peningkatan dua kali lipat ketimbang pada tahun 2018 yang lalu,” tambah xb.

Kasus DBD ditahun 2019 harus menjadi perhatian khusus dari Dinas Kesehatan Sampang untuk segera mengambil langkah dan tindakan agar DBD tidak melebar dan meluas seperti kejadian di tahun 2016.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Gerakan PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk) mengajak melalui penerapan 1 rumah 1 jumantik dan dapat dilakukan serentak di seluruh Desa Desa.

PSN menghimbau masyarakat Desa untuk menjaga daya tahan tubuh, menghindari gigitan nyamuk di pagi hari jam 7 – 10 pagi dan jam 15 -17, karena di jam itu nyamuk aedes aegypti menggigit.

Di Tempat terpisah, Kadis Kesehatan Kabupaten Sampang Asrul Sany saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, masyarakat harus tahu bahwa nyamuk mempunyai siklus hidup di air, tindakan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik dan telur, tidak bisa dibasmi dengan fogging, yang paling penting (3M) yaitu, menutup, menguras dan mengubur.

“marilah kita jaga kebersihan di lingkungan kiita masing masing, agar nyamuk Aedes Aegypti tidak bersarang di lingkungan kita,” jelasnya.

Asrul menambahkan, disamping 3M, perlu memberikan serbuk Abate di tempat tempat penampungan air, karena jentik tidak bisa dibunuh dengan cara di fogging saja, akan tetapi juga perlu di kasih sejenis obat yang bisa membunuh jentik jentik yang ada.

“nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa dibunuh dengan cara di fogging saja, melainkan juga dengan dikasih serbuk, yang bisa mematikan nyamuk dan juga jentik jentiknya,” Imbuhnya. (Mul/Thur)


Artikel yang berjudul “72 Masyarakat Sampang Terjangkit DBD | Politiko News” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments