Breaking News

Atlet Muda Tenis Meja Solo Diminta Tak Cuma Jago Kandang

Politiko News, SUKOHARJO — Menjamurnya turnamen tenis meja belakangan menjadi kabar baik bagi perkembangan olahraga tersebut di Solo dan sekitarnya. Para atlet muda serta pemula pun didorong memanfaatkan ajang-ajang itu untuk menempa skill dan mental bertanding. Kemampuan pemain tak akan berkembang apabila hanya berkutat di kompetisi klub masing-masing.

Hal itu disampaikan tokoh tenis meja Kota Solo, Antonius Sulistyo, saat berbincang dengan Politiko News di sela ajang Physical Educatian Sebelas Maret University (PESMU) Cup 2019 di Hartono Trade Center, Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (19/1/2019). Toni, sapaan akrabnya, menyebut pembinaan tenis meja di Soloraya sejauh ini berada di trek yang benar menyusul cukup banyaknya turnamen untuk mewadahi atlet.

Namun Toni menggarisbawahi atlet junior harus mampu memilih turnamen yang dapat mengasah kemampuan secara konstan. “Jangan hanya latihan atau berkompetisi di PTM [perkumpulan tenis meja] masing-masing. Atlet muda harus mau keluar, jangan hanya jago kandang,” ujar Toni.

Dirinya mengamati atlet-atlet muda yang hanya berkutat di kompetisi internal klub cenderung kurang memiliki variasi skill. Dengan bertanding di turnamen umum, imbuhnya, para pemain dapat menyerap ilmu baru dari sang lawan yang berasal dari klub-klub berbagai kota. “Mental mereka juga otomatis bakal terasah,” kata dia.

Toni memuji mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keolahragaan (FKor) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berinisiatif menggelar turnamen PESMU Cup 2019. Ajang yang digelar Sabtu-Minggu (19-20/1) itu diikuti sebanyak 234 atlet dari Jawa Tengah, Jogja hingga Jawa Timur. Peserta meliputi 81 orang dari kategori pemula, 73 orang kategori kadet dan 70 orang kategori umum.

“Ajang yang digelar oleh kampus, pengusaha atau pihak yang peduli dengan tenis meja perlu diperbanyak. Tidak bisa hanya mengandalkan event dari organisasi tenis meja,” ujar lelaki yang telah menggelar ajang tenis meja Bolam Cup dan Tonyko.

Ketua panitia PESMU Cup, Senky Aji Saputri, mengatakan antusiasme atlet tenis meja untuk mengikuti kejuaraan di luar dugaan. Meski baru kali pertama digelar, ajang dengan total hadiah Rp7,5 juta itu diikuti setidaknya 234 atlet dari penjuru daerah di Pulau Jawa. Padahal target panitia sebelumnya hanya 150 peserta.

“Ini menandakan tenis meja semakin mendapat hati di masyarakat. Hal menggembirakan lain karena peserta terbanyak berasal dari kategori pemula. Tadi ada anak kelas II SD yang sudah ikut berkompetisi.”

Pada hari pertama, Sabtu, turnamen memasuki babak penyisihan kategori pemula dan kadet. Pertarungan trofi digelar Minggu (20/1/2019) sekaligus penyisihan dan final untuk kategori umum.


Artikel yang berjudul “Atlet Muda Tenis Meja Solo Diminta Tak Cuma Jago Kandang” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments