Breaking News

Pemimpin Harus Memberikan Kebahagiaan


Pengamat perilaku publik Rhenald Kasali. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Pengamat perilaku publik Rhenald Kasali menilai seorang pemimpin harus mampu memberikan kebahagiaan. Pemimpin yang bahagia akan melahirkan optimisme bukan pesimisme apalagi menakut-nakuti.

“Kebahagiaan itu memberikan harapan. Kebahagiaan itu optimisme, kalau anda optimistis anda akan lebih bahagia,” ujarnya dalam The Newsroom Metro TV, Rabu, 17 Januari 2019.

Rhenald mengatakan tidak seharusnya pemimpin atau calon pemimpin menebar ketakutan kepada masyarakat. Persoalan apa pun, kata dia, akan selalu menemukan jalan keluar. Tinggal apakah dia berani mengambil tindakan.

“Kebahagiaan itu punya akses kreatif, sadar betul bahwa setiap tembok pasti ada pintunya. Tugas kita adalah mencari pintu itu,” ungkapnya.

Rhenald menyebut narasi-narasi bahwa Indonesia akan punah atau cadangan pangan dan bahan bakar minyak hanya mampu bertahan beberapa hari saja, adalah beberapa contoh pesan pesimisme. Orang yang menyampaikan itu bukan karena tidak tahu, ia mengetahui tapi ingin mendapatkan untung dengan mempermainkannya.

Permainan politik seperti ini, tambah dia, terjadi karena ada keragu-raguan, ketika masyarakat tidak mengerti. Semakin kompleks suatu hal semakin mudah masyarakat untuk dikelabui.

“Contoh pengambilalihan Freeport, ada sejarahnya, ada tambang di atas dan di bawah tanah, investasi, bunga, dan utang. Segala macam keribetan itu sangat mudah dipelintir makanya di mana ada kompleksitas di situ kita bisa mengelabui masyarakat. Itu celagnya,” jelas dia.


Artikel yang berjudul “Pemimpin Harus Memberikan Kebahagiaan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments