Breaking News

RUU Perlindungan Simbol Agama Sulit Dirampungkan Tahun Ini


Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong undang-undang (RUU) perlindungan simbol keagamaan dan aktivitas pendakwah agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut kecil peluang RUU itu menjadi target pembahasan tahun ini.

“Menurut saya peluangnya kecil, karena kita tinggal delapan bulan. Enggak sampai sembilan bulan bekerja,” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Namun, kata Bamsoet, RUU tersebut kemungkinan bisa dimasukkan dalam Undang-undang yang ada saat ini. Misalnya, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Tergantung pada kajian akademisnya dan tergantung kepada panja (panitia kerja) atau pansus yang sedang berjalan,” ujarnya.

Yang jelas, kata Bamsoet, DPR dan pemerintah selalu terbuka terhadap inisiasi undang-undang baru. Usulan UU bisa dimungkinkan dengan berbagai mekanisme.

“Apakah bisa berdiri sendiri atau dicantolkan ke UU yang sedang berjalan atau dibahas sekarang,” ucap politikus Golkar itu.

Baca: PKS Dorong RUU Perlindungan Simbol Agama

PKS mendorong percepatan rancangan undang-undang (RUU) perlindungan simbol keagamaan dan aktivitas pendakwah agama. RUU itu dinilai penting untuk melindungi simbol-simbol agama dan melindungi aktivitas para pemuka agama.

“Saya kira perlindungan terhadap pendakwah agama dan simbol-simbol agama itu penting. Kita belajar dari kasus pembakaran bendera tauhid,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Al Muzzammil Yusuf, Sabtu, 12 Januari 2019.


Artikel yang berjudul “RUU Perlindungan Simbol Agama Sulit Dirampungkan Tahun Ini” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments