Breaking News

Dua Lsm Pemerhati Lingkungan, Kecam Pembuangan Limbah Dibekas Galian C

Pasuruan, Politiko News – Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu, limbah B3 perlu dikelola secara benar yang berbeda dengan mengelola limbah pada umumnya.

Pemerintah sudah membuat aturan yang mengatur untuk mengelola limbah B3. Namun, Hal tersebut rupanya tidak berlaku dibekas lokasi lahan galian C yang terletak di desa Ambal Ambil kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, yang tidak direklamasi sehingga menyisakan berbagai permasalahan baru.

“Sedikitnya, ada tiga permasalahan yang luput dari perhatian pemerintah dan dinas terkait, padahal permasalahan tersebut sangat berdampak sekali bagi kehidupan masyarakat, Lingkungan hidup sekitar tempat galian C jika tidak segera dituntaskan.” terang Racmad tjajono ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) atau yang biasa di sapa cak yono ini. minggu (28/4/19)

Menurut kang Yono, Pertama, Diduga tidak adanya sanksi pidana bagi pengusaha galian C sebagai konsekwensi pelaksanaan kegiatan yang diduga telah merugikan masyarakat dan lingkungan. kedua, Bekas lahan galian C yang seharusnya di reklamasi sebagaimana telah di amanatkan dalam UU (undang – undang) lingkungan hidup serta PP (Peraturan Pemerintah) no 32 / 1969 dan KEPMEN PU RI no 458 / 1986 serta KEMENDAGRI no 32 / 1991.

Reklamasi tersebut, lanjut kang Yono, “sudah termasuk syarat clean and clear (CnC) bagi penambang. Ketiga, Fakta dilapangan bekas galian C yang seharusnya direklamasi, beralih fungsi sebagai tempat pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).” Kata kang Yono.

Dalam undang – undang RI no 23 / 1997 tentang pengolahan lingkungan hidup khususnya pada pasal 20 ayat 1 tanpa keputusan ijin setiap orang dilarang melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup, serta pasal 15 ayat 1 setiap rencana usaha / kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup memilki Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL).

Ditempat terpisah, salah satu aktivis yang juga peduli lingkungan, Saiful dari LSM M- BARA, mengatakan bahwa aktifitas pembuangan limbah B3 ke bekas galian C yang banyak bermunculan di Wilayah Kabupaten Pasuruan, berpotensi sangat kuat untuk merusak lingkungan, karena itu diharapkan kepedulian semua pihak, baik masyarakat, pemerintah termasuk para pelaku usaha agar bijak dalam mengelola bentang alam di Kabupaten Pasuruan.

“Saat ini masyarakat sekitar, banyak yang tidak begitu memperhatikan dampak buruk dari pembuangan limbah B3 ke bekas galian C tersebut karena belum begitu dirasakan, namun pada saat pencemaran ke lingkungan nanti kawasan mereka baru akan terbuka.”Ungkap Saiful.

Saiful juga mengungkapkan beberapa data tentang titik – titik aktifitas pembuangan limba B3 yang diduga dilakukan oleh pengusaha – pengusaha nakal yang dengan sengaja membuang limbah berbahaya dan beracun (B3) kedalam Bekas galian C.

Dinas terkait, lanjut Saiful, “harusnya lebih selektif dan ketat serta Pemerintah yang sekarang agar bisa melaksanakan usaha edukasi terhadap pengusaha tambang dan masyarakat sekitar areal penambang untuk mau melaksanakan rehabilitasi serta reklamasi lahan bekas kawasan tambang, yang tujuannya adalah untuk memulihkan kondisi kawasan bekas tambang yang rusak.”Ujar Saiful saat dikonfirmasi terkait maraknya limbah B3 yang dibuang sembarangan. (Ko/Gun)


Artikel yang berjudul “Dua Lsm Pemerhati Lingkungan, Kecam Pembuangan Limbah Dibekas Galian C” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments