Breaking News

Tim Resmob Suropati Polresta Pasuruan Realese Penangkapan Begal Yang Sempat Viral

Pasuruan, Politiko News – Anggota kepolisian yang tergabung dalam Tim Resmob Suropati (TRS), Satreskrim Polres Pasuruan Kota berhasil melumpuhkan 3 dari 6 pelaku curanmor sadis lintas daerah yang sempat viral di sosmed beberapa hari lalu di persimpangan penjara.

Melalui jumpa pers pada Rabu (22/5) pukul 09.00 wib pagi di halaman mako Polres Pasuruan Kota, pihak kepolisian menggelandang ke 2 pelaku serta menggelar sejumlah alat dan juga barang bukti dari hasil kejahatan. Sementara 1 pelaku lagi masih dalam perawatan medis dan tidak bisa di hadirkan dalam jumpa pers itu.

Berkat kesigapan para TRS Polres Pasuruan Kota yang secara dramatis saat dilakukan penangkapan itu, alhasil ke 3 pelaku tumbang di para tangan petugas. Sementara untuk ke 3 pelaku lain yang berhasil kabur, tim Resmob akan terus melakukan pengejaran.

Dari ketiga pelaku yang diamankan yaitu Buraten (24) dan Rudianto (21) warga yang sama asal Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pausuruan serta Sodik (41) Dusun Jrebeng, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Sementara 3 pelaku lain yang melarikan diri terus dilakukan pengejaran dan pengintaian, untuk itu Kapolres menegaskan kepada para pelaku yang berhasil melarikan diri supaya menyerahkan diri kepada petugas kepolisian sebelum dilakukan tindakan tegas dilapangan.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah alat dan juga barang bukti. Dari barang bukti tersebut diantaranya kunci “T”, 4 (empat) unit sepeda motor, 2 (dua) buah tas selempang berisi 4 buah bondet (bom ikan banting) dan 1 (satu) buah celurit.

Diketahui menurut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno S.I.K, bahwa belakangan ini komplotan pelaku Curanmor sudah melakukan aksinya sebanyak 20 kali di daerah atau tempat yang berbeda di Pasuruan dan Sidoarjo.

“Ini satu tim komplotan, mereka (pelaku) sudah dua puluh kali beraksi. Yang sepuluh diwilayah kabupaten Pasuruan dan sepuluh lagi di diwilayah Sidoarjo. Alhamdulillah peran serta masyarakat yang menginformasikan pada anggota, kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan di simpang empat penjara”. Ujarnya.

Ketiga pelaku lintas daerah yang berhasil ditangkap tersebut, merupakan satu tim komplotan. Dalam aksinya, para pelaku juga tak segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan bondet (bom ikan jenis banting) kepada korban dan petugas.

Selanjutnya untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hal hal yang tidak diingkan dan kemungkinan hal terburuk lain, akhirnya petugas menghadiahi pelaku dengan timah panas setelah tembakan peringatan tak dihiraukan pelaku.

“Apabila kondisi mereka kepergok, mereka tak segan melempar bondet itu kepada korban dan petugas. Karena pada saat dilakukan penggeledahan mereka melawan, ternyata ditemukan alat kejahatan berupa celurit serta bondet dan sempat ada yang meledak. Demi menjamin keselamatan bersama, lalu petugas melakukan tindakan preventif dengan cara melumpuhkan kaki para pelaku”. Terang Kapolres AKBP Agus Sudaryatno.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Slamet Santoso, SH menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang berhasil melarikan diri.

“Tentunya ada beberapa pelaku yang sudah kita identifikasi dan kita akan maksimalkan kembali untuk terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kita kantongi namanya tersebut”. Tuturnya.

Selanjutnya, Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar kondisi motor yang hendak ditinggal baik belanja atau yang lainnya dalam keadaan terkunci ganda serta diawasi.

“Masyarakat waspada tentunya, manakala meninggalkan motornya saat berbelanja dan lain lain disamping mengkunci ganda motornya juga harus mudah dalam pemantauan. Dalam arti warga dan masyarakatat bisa jadi polisi bagi dirinya sendiri untuk selalu mengawasi kendaraannya”. Tukas AKP Slamet Santoso.

Atas tindakan dan perbuatannya tersebut, ke 3 pelaku Curanmor yang dihadiahi timah panas itu terjerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dan terancam dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara. Dan pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 atas kepemilikan, menyimpan, membawa serta mempergunakan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Atau pada ancaman lain yaitu hukuman penjara sementara setinggi tingginya 20 tahun penjara. (Gun)


Artikel yang berjudul “Tim Resmob Suropati Polresta Pasuruan Realese Penangkapan Begal Yang Sempat Viral” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments