Breaking News

30 Desa di Kabupaten Sumenep Alami Kekeringan

Sumenep | Politiko News – Musim kemarau tahun 2019 wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur ada 30 desa yang tersebar di 10 Kecamatan mengalami kekeringan.

Seperti yang disampaikan oleh kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumenep Abd Rahman Riadi menyampaikan, wilayah Kabupaten Sumenep ada 30 desa yang mengalami kekeringan tersebar di 10 kecamatan.

“30 desa mengalami kekeringan yang tersebar di 10 Kecamatan dengan rincian 11 kekeringan kritis dan 19 desa mengalami kering langka,” ungkap Kepala BPBD. Jum’at (26/07)

Dengan begitu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat apabila di wilayahnya mengalami kekeringan (kekurangan pasokan air bersih) segera menyampaikan surat kepada Bupati dan tembusan ke BPBD agar bisa cepat di lakukan droping air bersih.

Menurutnya, untuk wilayah kepulauan, sementara ini sesuai dengan laporan yang mengalami kekeringan di wilayah kepulauan Talango

“Wilayah kepulauan yang mengalami kesulitan air bersih sampai saat ini adalah kepulauan Sapeken dan untuk sementara ini masyarakat menggunakan perahu tandon dan masyarakat membeli air dari perahu tandon tersebut.

Namun, sejauh ini pemerintah daerah dan provinsi belum menggelontorkan bantuan untuk kemudahan masyarakat kepulauan Sapeken mendapatkan droping air bersih.

“Kami mengusulkan kepada pemprov Jatim untuk memberikan bantuan perahu tandon kepada masyarakat kepulauan Sapeken. Hal itu merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air bersih di kepulauan Sapeken,” jelasnya.

Sementara, untuk menanggulangi krisis air di masyarakat wilayah daratan Sumenep ada 6 unit mobil Tangki yang siap mensuplai air bersih ke masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan.

Ada 6 unit mobil tangki yang siap mensuplai air bersih di wilayah daratan Sumenep. “6 unit mobil tangki tersebut dari BPBD 2 unit, dari HIPPAM Kecamatan Batu putih 2 unit dan dari PDAM 2 unit,” kata Rahman.

Dirinya, menjelaskan bahwa 6 unit mobil tangki tersebut akan melayani wilayah kekeringan sesuai dengan zona, 2 unit tangki milik DPAM meliputi wilayah Kecamatan Bluto, Pragaan, Saronggi, Ganding.

Sedangkan 2 unit tangki milik BPBD meliputi wilayah Kecamatan Pasongsongan, Rubaru, Ambunten, Talango, dan 2 unit tangki milik HIPPAM Batu putih meliputi kecamatan Batu putih dan Batamg batang.

Sebelumnya, pihaknya melakukan rapat kordinasi dengan semua stakeholder, seperti OPD di lingkup Pemkab Sumenep untuk membahas penanggulangan krisis dan kelangkaan air bersih di 30 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Sebagai langkah penggulangan air bersih untuk jangka pendek dengan melakukan droping ke wilayah yang mengalami kekeringan, jangka menengahnya kepada OPD terkait agar menyusun program perencanaan bisa sinergis dalam rangka pengentasan kekeringan, seperti pengeboran dan perpipaan diletakkan sesuai lokasi yang memang kesulitan air bersih.

Jangka panjang, Khusus daerah yang tidak memiliki potensi air dilakukan perpipaan, dan dilakukan pola kerja sama antar desa. “Desa yang mempunyai kelebihan air akan memberikan aliran air yang kekeringan, hal itu akan memberikan kontribusi dan bisa masuk dalam APBDes,” pungkasnya. (Ain)


Artikel yang berjudul “30 Desa di Kabupaten Sumenep Alami Kekeringan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments