Breaking News

Sengketa Pemilu Kampus UNIRA Berbuntut Penyegelan Ruangan Wakil Rektor III

Pamekasan | Politiko News – Puluhan Mahasiswa UNIRA (Universitas Madura) yang mengatasnamakan Loyalis paslon 02 menggelar Aksi kembali atas dugaan kecurangan yang telah dilakukan oleh KPU BEM-U saat pelaksanaan pemilu Kampus yang terlaksana pada 03/07/2019 lalu.

Husni Haris sebagai Korlap aksi menyampaikan, aksi ini merupakan aksi lanjutan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, yang akan menuntut dugaan kecurangan yang telah dilakukan oleh KPU BEM-U saat pelaksanaan pemilu Kampus kepada Dewan Kehormatan BEM-U.

Sesuai dengan keputusan Dewan Kehormatan bahwa akan melakukan keputusan pada 18 Juli 2019 namun sampai saat ini belum ada keputusan apapun.

“Kami meminta seluruh pihak terkait, yayasan, Rektor, dewan kehormatan, dan Warek 3 untuk mengklarifikasi keputusan dari Dewan Kehormatan yang di anggap merugikan paslon 02 dengan keputusan PSU,” ungkap Husni. Sabtu (20/07/2019).

Dikarenakan sampai saat ini belum ada kejelasan maka, Loyalis Paslon 02 menuntut agar supaya Warek 3 beserta Dewan Kehormatan Universitas Madura untuk mundur dari jabatam struktural Universitas.

“Massa aksi melakukan penyegelan terhadap ruang Warek 3 karena di anggap pemangku kebijakan sudah tidak dapat lagi mengentaskan permasalahan dan menjalankan tugas sebagai mana mestinya,” tegasnya

Sementara, Dewan kehormatan menyampaikan, untuk memenuhuhi segala tuntutan masih belum ada atau belum menemukan bukti yang konkrit.

“Kami tidak bisa membuat keputusan menurut asumsi walaupun pada kenyataannya surat suara yang tercoblos sudah mencederai pesta Demokrasi Kampus,” kata Yudik.

Namun, apabila benar ada kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh KPU Universitas maka Rektor UNIRA berjanji akan mengusut runtas dan memberikan sanksi yang seberat berarnya melalui Dewan Kode Etik (☆/Koes)


Artikel yang berjudul “Sengketa Pemilu Kampus UNIRA Berbuntut Penyegelan Ruangan Wakil Rektor III” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments