Breaking News

Berkomplot, Lima Pelaku Perdagangan Merkuri Ilegal Ditangkap Polda Jatim

Surabaya | Politiko News – Subdit IV Tipidter Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penambangan ilegal atau perdagangan tanpa izin terkait dengan merkuri di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, 5 orang pelaku berhasil diciduk. Kelima pelaku yakni Andri Wijaya (41), Ali Bandi (49) keduanya adalah warga Surabaya, sedangkan pelaku lain yakni Ahmad Hidayat alias Agung Martin Hidayat (35) warga Sidoarjo,kemudian AS (50) warga Hulu Sungai Selatan serta MR (35) warga Banjarmasin Kalimantan Timur.

Kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, ditangkap pada tanggal 6 Juli 2019 lalu.

“Kelima orang itu ditangkap ketika polisi melakukan patroli cyber dan mendapatkan produk merkuri dalam bentuk kemasan bermerek gold di pasarkan melalui media sosial (Medsos)”, ujar Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Yusep Gunawan kepada wartawan di Mapolda Jatim Selasa (13/08/2019).

Hasil informasi, polisi melakukan penyelidikan atas transaksi terhadap proses penjualan terhadap merkuri tersebut.

“Setelah dilakukan pemenyelidikan terhadap pelaku penjualan dan perdagangan tanpa izin Merkuri ini, disalah satu rumah di Sidoarjo Jawa Timur” Imbuh Yusep

Masih kata Yusep, Petugas berhasil mengamankan satu tersangka AW dan menyita barang bukti berupa merkuri kurang lebih 200 kg. Satu kemasan air raksa atau merkuri itu berisi 1 kg yang dicampur bahan sianida maupun biji besi sebagai campuran.

“Dari hasil penangkapan itu, Polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya yang diduga merupakan produsen ataupun pengelola. Diketahui salah satu tersangka AS yang merupakan pengelola industri tersebut berasal dari Sulawesi Tenggara. Pelaku diduga bekerjasama dengan dengan tersangka AH alis AMH yang bertugas menyediakan tempat pengolahan di dua tempat di wilayah Sidoarjo” Paparnya.

Lebih lanjut Yusep mengatakan, Selain tersangka AW,tersangka AB juga berperan untuk melakukan penjualan kepada seorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka AS dan MR.

“Ketika dilakukan penindakan, polisi menemukan beberapa kemasan serta sejumlah alat untuk membuat pemurnian merkuri. Bahan merkuri ini dibuat dengan menggunakan bahan batu sinabar dan sianida. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mendapatkan batu sinabar dari Provinsi Maluku di Pulau Buru tepatnya disebelah Gunung Botak,” Jlentrehnya.

Yusep menambahkan, setiap pembuatan dengan kapasitas 1 ton batu sinabar.Pelaku mencampur dengan bahan sianida dan biji besi.

“Barang berbahaya itu kemudian dimurnikan dan dimasukan ke dalam tabung yang awalnya1 ton menjadi 500 kg per 1 tabung dengan selisih kapasitas lebih 10 kilo per tabung” terangnya.

Pria dengan tiga melati dipundak ini mengatakan, Hasilnya dikeluarkan sebanyak 5 kilo merkuri dilakukan secara konduksi oleh salah satu pelaku. Total yang berhasil diamankan kurang lebih barang bukti Merkuri seberat 414 kg.

Menurutnya, bahan baku yang resmi adalah merk gold yang diproduksi dari Jerman. Sedangkan Indonesia melarang peredaran atau memproduksi Merkuri. Jadi artinya di Indonesia tidak ada industri yang memproduksi merkuri.

“Apabila home industri membutuhkan Mercury, baik untuk kesehatan maupun untuk penambangan.Maka harus mengimpor dari luar negeri dan harus sesuai undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batubara,” Pungkasnya(Bib/Conk)


Artikel yang berjudul “Berkomplot, Lima Pelaku Perdagangan Merkuri Ilegal Ditangkap Polda Jatim” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments